Kamis, 28 Mei 2009


Senin, 20/10/2008 | 11:42 WIB

JAKARTA, SENIN - Krisis ekonomi global tidak membuat sejumlah produsen mobil di Indonesia untuk menunda program peluncuran produk baru yang sudah direncanakan sejak awal tahun. Seperti PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan New Sirion, PT Toyota Astra Motor dengan New Avanza, PT GM Auto World Indonesia dengan Captiva putih serta limited edition bulan depan serta PT Indomobil Niaga International (IMNI).

IMNI sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzuki juga sudah menyiapkan dua acara peluncuran terhadap produk mereka. Yang duluan, tiga model yang akan diperkenalkan November ini berwarna putih. "Ketiganya itu, Suzuki Swift, SX-4 dan Grand Vitara," ungkap Bebin Djuana, Brand II R4 PT IMNI kepada kompas.com beberapa hari silam

Selain itu, ketika didesak bahwa Suzuki mau mengadakan tes jalan sekitar pertengahan Desember 2008, ia membocorkan produk yang akan dijajal itu adalah Grand Vitara. Bedanya dengan model sebelumnya, dari sisi eksteriornya hampir tak ada, kecuali interior seperti pada dasbor.

Perbedaan lainnya, pada mesin. Jika model sebelumnya mengusung dapur pacu berkapasitas 2.000 cc, untuk yang baru ini lebih besar, yakni 2.400 cc. Ada versi transmisi otomatis dan manual. Renacananya, diedarkan ke pasaran Januari 2009.

Ternyata butuh biaya lumayan untuk mendongkrak tampilan motorsport Jepang menjadi lebih cakep. Setidaknya hampir 10 juta telah terkucur untuk FXR 150 yang sekarang menjadi kendaraan harian saya. Tapi puaslah setelah jadi.

Umum diketahui bahwa motorsport sejenis Kawazaki Ninja 150 RR atau KRR ZX150R, Suzuki FXR 150, dan CBR 150 terlihat kecil dibandingkan motor-motor keluaran Italia, seperti Cagiva Mito 150 atau Aprilia RS 125. Apalagi jika membandingkan dengan generasi motorsport seangkatan dua motorsport Italia itu seperti Suzuki RG150R atau NSR 150R. Wah, jauh deh! Bisa dibilang kalah kelas dari sisi tampilan, alih-alih performa mesin. Mungkin cuma motorsport Jepang yang benar-benar versi CBU tertentu saja yang sedikit setara seperti TZR/TZM150, RGV 150, atau NSR RR 150, NSR SP 150, dan NSR 125 Hornet. Namun demikian tetap saja dimensi dan garis desainnya terasa belum setara.

fxr-modif-kaki3.jpgfxr-modif-kaki3.jpgMotorsport kecil Italia biasanya memiliki dimensi yang sedikit lebar. Juga garis desain yang stylish. Model fairing yang berkarakter, baik membulat pada RS 125 atau menyudut pada Mito membuatnya bercitra seni tinggi. Bukan hanya itu. Mito dan RS 125 dilengkapi dengan komponen kaki-kaki yang mumpuni. Versi jalan rayanya saja sudah mengandalkan sistem dan model yang berspesifikasi semi racing.

Karena itu, guna menyempurnakan tampilan FXR lansiran akhir 2003 ini, diperlukan operasi besar-besaran. Harus dibekali full perangkat comotan Aprilia, terutama RS 125.

Pertama-tama mengganti sok depan dari model teleskopik menjadi model upside down. Piranti yang cocok adalah RS 125 yang bukan saja kekar dan manis, tapi juga sangat responsif pada saat pengereman maupun menikung. Tak kalah pula sistem peredam kejut belakang diganti dari arm semi banana FXR dengan monosok konvensional menjadi full dan sistem unitrak khas RS 125.


seringkali kita mendengar… waagh sekarang kesenjangan ekonomi makin parah…. !!! Banyak ngomong seperti itu… tapi ndak jelas indikator nya apa… ??? Ono seng mangaaap … karena ngeliat… ada yang makan tiwul… banyak gedung menjulang etc… !!! Mestinya seh… ada fakta dan data yang bicara… baru bisa diambil kesimpulan… apa terjadi kesenjangan ekonomi atau tidak… !!! Naagh… jika dimotor untuk ngukur performance ada yang namanya power to weight ratio… naah untuk ngukur kesenjangan ekonomi… bisa menggunakan koeffisien gini… !!! Apaaan itu… ??? :D (lagi…)